Sabtu, 09 Mei 2015

Tugas IBD 1 Postingan 2

Macam -macam Budaya daerah Jawa

  • Tari Merak



Tari Merak merupakan tari paling populer di Tanah Jawa. Versi yang berbeda bisa didapati juga di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur. Seperti namanya Tarian Merak merupakan tarian yang melambangkan gerakan-gerakan Burung Merak. Merupakan tarian solo atau bisa juga dilakukan oleh beberapa orang penari. Penari umumnya memakai selendang yang terikat dipinggang, yang jika dibentangkan akan menyerupai sayap burung. Penari juga memakai mahkota berbentuk kepala menyerupai burung Merak. Gerakan tangan yang gemulai dan iringan gamelan, merupakan salah satu karakteristik tarian ini.

  • Tari Gambyong

Tari Gambyong tercipta berdasarkan nama seorang penari jalanan (tledhek) yang bernama  Si Gambyong yang hidup pada zaman Sinuhun Paku Buwono IV di Surakarta (1788-1820). Sosok penari ini dikenal sebagai seorang yang cantik jelita dan memiliki tarian yang cukup indah. Tak heran, dia terkenal di seantero Surakarta dan terciptalah nama Tari Gambyong. Tarian ini merupakan sejenis tarian pergaulan di masyarakat. Ciri khas pertunjukan Tari Gambyong, sebelum dimulai selalu dibuka dengan gendhing Pangkur. Tariannya terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang. Sebab, kendang itu biasa disebut otot tarian dan pemandu gendhing. Pada zaman Surakarta, instrumen pengiring tarian jalanan dilengkapi dengan bonang dan gong. Gamelan yang dipakai biasanya meliputi gender, penerus gender, kendang, kenong, kempul, dan gong. Semua instrumen itu dibawa ke mana-mana dengan cara dipikul. Umum dikenal di kalangan penabuh instrumen Tari Gambyong, memainkan kendang bukanlah sesuatu yang mudah. Pengendang harus mampu tumbuh dengan keluwesan tarian serta mampu berpadu dengan irama gendhing. Maka tak heran, sering terjadi seorang penari Gambyong tidak bisa dipisahkan dengan pengendang yang selalu mengiringinya. Begitu juga sebaliknya, seorang pengendang yang telah tahu lagak-lagu si penari Gambyong akan mudah melakukan harmonisasi.

  • Tari Sintren

Tari Sintren adalan kesenian tradisional masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Tari Sintren adalah sebuah tarian yang berbau mistis / magis yang bersumber dari cerita cinta Sulasih dan Sulandono. Tersebut dalam kisah bahwa Sulandono adalah putra Ki Baurekso hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih, seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Baurekso. Akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari.

Meskipun demikian pertemuan diantara keduanya masih terus berlangsung malalui alam goib. Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang pada saat meninggal jasadnya raib secara goib, yaitu dengan cara bahwa pada setiap acara dimana Sulasih muncul sebagai penari maka Dewi Rantamsari memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula R. Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan diantara Sulasih dan R. Sulandono, yaitu dengan cara bahwa pada setiap acara dimana Sulasih muncul sebagai penari maka Dewi Rantamsari memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula R.Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan diantara Sulasih dan R. Sulandono.

Contoh lagu yang berkaitan tentang manusia dan Cinta kasih

Hatiku sedih
Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya
Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui kebahagiaan seperti di sini
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Tempat yang nyaman
Kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap
Pergilah sedih
Pergilah resah
Jauhkanlah aku dari
Salah prasangka
Pergilah gundah
Jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan ‘kubisa menilai lebih bijaksana
Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat segalanya lebih dekat
Dan ‘kuakan mengerti
Dipopulerkan oleh Sherina

Cerpen yang berkaitan dengan Keindahan

ada hari itu aku sedang duduk termenung dan melihat ke langit. Betapa indah ciptaanmu tuhan. Aku selalu dibuat terkagum-kagum dengan semua ciptaanmu. Betapa indah semua yang telah kau ciptakan di bumi dan di langit. Aku selalu bersyukur dengan semua rahmat yang kau berikan.
Tak lama kemuadian ibuku nemanggil..
“hamdan…” (itulah namaku)
“iya bu’… Ada apa?”
“ibu mau minta tolong nak…”
“minta tolong kenapa bu?..
“tolong belikan ibu gula di kios pak hadi nak..”
“oohhh iya bu.. Siap laksanakan..” sambil sedikit bercanda..
Aku pun bergegas pergi.. Tapi sebelum aku keluar dari pintu rumah.. Ibu kembali memanggil ku..
“hamdan.. Hamdan… Tunggu ibu..” Sambil berteriak mengejarku..
“ada apa bu’? Kenapa begitu tergesagesa?”
“ibu mau bilang jangan lama nak.. Soalnya ibu mau pake cepat.”
Dengan sedikit kaget aku menjawab. “aaah.. Ibu kirain ada apa.. Iya ibu saya akan cepat..”
Setelah itu aku pun pergi dengan tergesa gesa.. Dengan sangat cepat aku berlari.. Angin yang bertiup sedikit dingin membuatku semangat.. Tak lama aku telah sampai di kios pak hadi..
“assalamuallaikum..”
Dengan sedikit kaget pak hadi berteriak..
“wa.. Walaikumsalam.. Ternyata kamu dan..”
“iyaahh pak.. Saya mau beli gula pak..”
“ooohh.. Tunggu sebentar..”
“dan.. Ini gulanya..”
“iyaahh makasih pak… Saya pulang dulu pak..”
“iya dan hati hati..”
Tak lama kemuadian suara gemuruh yang sangat keras terdengar dari langit.. Awan putih pun seketika berubah menjadi gelap.. Ketika mendengar suara itu aku terdiam sejenak dan melihat ke arah langit.. Aku pun mulai terpaku kembali.. Dengan maha kuasanya tuhan.. Seketika aku tersentak merasa sedikit kaget dan melihat gula di tangan kanan ku..
“oohh iyaa.. Ibu kan menyuruh ku cepat..”
Aku pun berlari sekencang kencangnya.. Dengan cuaca yang sedikit mendung.. Seakan runtuhan hujan mengejarku..
Setelah sampai ke rumah..
“assallamualaikum bu..”
“wa.. Wa.. Wa…” tak sempat menjawab
“bu bu ini gulanya..” dengan wajah yang tergesagesa
“walaikumsalam” sedikit kaget
Aku pun lari ke depan teras rumahku dan melihat air yang turun dari langit yang begitu teratur.. Aku tersipu kagum dengan semua itu.. Sungguh indah.. Hujan pun seketika berhenti dengan cepat.. Aku pun turun ke luar rumah sambil menatap sekitarku yang telah basah oleh siram hujan.. Cahaya matahari pun keluar dengan malu-malu dan melihat warna-warna yang tersusun rapi di langit.. “itu pelangi” aku pun semakin terpukau.. “ya tuhan apakah ini yang disebut dengan keindahan langit.. Betapa besar kekuasaanmu tuhan.. Aku bersyukur bisa dilahirkan seperti ini yang masih bisa menjadi saksi kebesaran mu tuhan.. Terimah kasih atas keindahan langitmu hari ini..”
 Cerpen Karangan: Salim Ali

Sumber



Tidak ada komentar:

Posting Komentar