Manusia atau orang dapat diartikan
berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan,
atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo
sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang
tahu"), sebuah spesies primatadari golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan
tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsepjiwa yang
bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan
atau makhluk hidup; dalammitos, mereka juga
seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan,
mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya,
organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta
perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk
membentuk kelompok, dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait yaitu :
·
Jasad : badan kasar manusia yang tampak
dari luar, dapat diraba dan menempati ruang
·
Hayat: mengandung unsur hidup yang ditandai
gerak
·
Ruh: bimbingan tuhan yang bekerja secara
spiritual yang memahami kebenaran
·
Nafsu :kesadaran tentang diri sendiri
Manusia sebagai suatu kepribadian memiliki 4 unsur, yaitu :
·
Id : merupakan struktur kepribadian yang
paling primitive dan paling tidak tampak. Merupakan libido murni,
atau energy psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional
·
Ego : bagian yang pertama kali dibedakan
dengan ID, disebut kepribadian eksekutif karena peranannya dalam
menghubungkan energy Id ke dalam saluran social yang dapat dimengerti orang
lain
·
Super Ego : kepribadian yang muncul paling
akhir sekitar usia 5 tahun. Super ego terbentuk dari lingkungan ekternal. Super
ego merupakan kesatuan standar moral yang diterima ego dari sejumlah agen yang
mempunyai otoritas dalam lingkungan luar diri
Agama
Budaya Jawa juga menghasilkan agama sendiri yaitu Kejawen. Kejawen berisikan
tentang seni, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang Jawa.
Kejawen juga memiliki arti spiritualistis atau spiritualistis suku Jawa. Tetapi
mayoritas orang Jawa sekarang menganut agama Islam dan
sebagian kecil orang Jawa menganut agamaKristen atau Katolik. Dahulu
orang Jawa menganut agama Hindu, Buddha dan Kejawen. Bahkan orang Jawa ikut menyebarkan
agama Hindu dan Buddha dengan sejumlah kerajaan Hindu-Buddha Jawa
yang berperan. Orang Jawa juga ikut menyebarkan agama Islam dan
Kristen atau Katolik di Indonesia. Orang Jawa termasuk unik karena menjadi satu
satunya suku di Indonesia yang berperan penting dalam menyebarkan 5 agama
besar. Seorang peneliti AS Clifford
Geertz bahkan pernah meneliti orang Jawa dan membagi orang Jawa
menjadi 3 golongan besar yaitu : Abangan, Priyayi dan Santri.
Sastra
Sejarah Sastra Jawa dimulai dengan sebuah prasasti yang
ditemukan di daerah Sukabumi (Sukobumi), Pare, Kediri Jawa Timur.
Prasasti yang biasa disebut dengan nama Prasasti
Sukabumi ini bertarikh 25 Maret tahun 804 Masehi. Isinya
ditulis dalam bahasa Jawa Kuna. Setelah prasasti Sukabumi,
ditemukan prasasti lainnya dari tahun 856 M yang berisikan
sebuah sajak yang disebut kakawin. Kakawin yang tidak lengkap ini adalah sajak tertua
dalam bahasa Jawa (Kuna).
Sejarah sastra Jawa dibagi dalam empat masa:
Bahasa Jawa pertama-tama ditulis dalam aksara turunan aksara
Pallawa yang berasal dari India Selatan.
Aksara ini yang menjadi cikal bakalaksara Jawa modern
atau Hanacaraka yang
masih dipakai sampai sekarang. Dengan berkembangnya agama Islam pada abad
ke-15 dan ke-16, huruf Arab juga dipergunakan untuk menulis bahasa Jawa;
huruf ini disebut dengan nama huruf pegon. Ketika bangsa Eropa menjajah
Indonesia, termasuk Jawa, abjad Latin pun
digunakan untuk menulis bahasa Jawa. Dongeng Jawa seperti cerita
panji ternyata juga dikenal dan dipentaskan di Thailand dan Filipina.[18] Banyak
sastra Jawa yang berada di Eropa terutama Belanda bahkan ada
perguruan tinggi Belanda yang membuka mata kuliah sastra Jawa seperti Universitas Leiden. Beberapa kakawin yang
ditulis oleh pujangga Jawa menyadur dari karya India atau cerita Jawa
diantaranya adalah :
Kakawin Sutasoma (menjadi motto Bhinneka
Tunggal Ika)
Bahasa
Bahasa Jawa adalah bahasa yang digunakan penduduk suku bangsa
Jawa di Jawa Tengah,Yogyakarta & Jawa Timur.
Selain itu, Bahasa Jawa juga digunakan oleh penduduk yang tinggal beberapa
daerah lain seperti di Banten terutama kota Serang, kabupaten
Serang, kota Cilegondan kabupaten Tangerang, Jawa Barat khususnya
kawasan Pantai utara terbentang dari pesisir utara Karawang, Subang, Indramayu, kota
Cirebon dan kabupaten
Cirebon. Kawasan-kawasan luar Jawa yang terdapat penutur bahasa Jawa
yaitu : Lampung (61,9%), Jakarta (35%),Sumatera
Utara (32,6%), Kaltim (29,5%), Jambi (27,6%), Sumatera
Selatan (27%), Riau 25%, Aceh (15,87%) yang dikenal sebagai Aneuk Jawoe.
Penutur bahasa Jawa juga ditemukan dalam jumlah besar di Suriname, yang
mencapai 15% dari penduduk secara keseluruhan, kemudian di Kaledonia
Baru bahkan sampai kawasan Aruba dan Curacao serta Belanda. Sebagian
kecil bahkan menyebar ke wilayah Guyana
Perancis dan Venezuela. Pengiriman tenaga kerja ke Korea, Hong Kong,
serta beberapa negara Timur Tengah juga memperluas wilayah sebar
pengguna bahasa ini meskipun belum bisa dipastikan kelestariannya.
Kerajaan
Banyaknya kerajaan yang pernah berdiri di Jawa juga
menyumbang ragam kebudayaan di Jawa. Kerajaan Jawa yang banyak mengusai daerah
lain termasuk Malaysia dan Filipina ikut menyumbang tersebarnya
budaya keris di seluruh Indonesia dan Asia. Kerajaan yang pernah berdiri di
Jawa diantaranya :
Kerajaan Hindu/Buddha
Kerajaan Kadiri (1042 - 1222)
Kerajaan Singasari (1222-1292)
Kerajaan Majapahit (1292-1527)
Kerajaan Islam
Pagelaran Kraton Yogyakarta
Kesultanan Demak (1475–1548)
Kesultanan Mataram (1588—1681
Kerajaan Jawa modern
Contoh Kebudayaan Daerah Jawa
1. Wiwitan, selametan menjelang panen padi di sawah di
Jawa
2. Gotong royong menanam padi
3. Berokan, budaya ngamen menjelang Hari Raya Idul Fitri di
Indramayu
4. Nyadran, membersihkan kuburan pada bulan Rajab
5. Padusan, mandi di kali satu hari menjelang puasa Ramadhan
Manusia dan Cinta Kasih
Makna kasih sayang
Kasih Sayang adalah rasa yang didamba setiap insan di dunia,
kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, sebaliknya kasih sayang seorang anak
kepada Orang Tuanya. Kasih sayang akan muncul ketika ada perasaan simpatik dan
iba dari dalam diri kepada yang dikasihi, namun kemunculan kasih sayang sangat
alamiah dan tidak bisa dibuat-buat atau direkayasa. Setiap insan ingin dirinya
disayangi, maka sayangilah orang lain juga. karna dengan merasakan sayang itu
setiap insan dapat merasakan kebahagian yang hakiki. apabila sifat sayang mulai
luntur dan sifat dendam, kebenciannya lebih besar maka akan menjanjikan
kehancuran kepada sesuatu bangsa atau masyarakat.
Makna Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar ‘mesra’, yang artinya
perasaan simpati yang akrab. Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria
dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
Kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang telah mendalam. Cinta yang
berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah
perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia.
Kemesraan dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan
bakatnya.
Makna Pemujaan
Pemujaan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan.
kecintaan manusia kepada tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
hal ini, dikarenakan pemujaan kepada tuhan adalah inti dan makan kehidupan yang
sebenarnya. penyebab hal itu terjadi adalah Tuhan pencipta alam semesta.
Makna Belas Kasihan
Ada sebuah penggalan kisah menarik dari sejarah kehidupan
Napoleon. Pada suatu hari ada seorang ibu yang mendatangi Napoleon dan meminta
pengampunan bagi putranya. Saat itu putranya akan dihukum mati. Napoleon pun
mengingatkan bahwa kejahatan anaknya sudah keterlaluan, dan keadilan yang
paling tepat bagi tindakan kriminal yang dilakukan anaknya adalah hukuman mati.
Begini jawaban si ibu, "sir, not justice, but mercy.." Tetapi yang
aku mohon bukanlah keadilan, namun belas kasihan". Demikian katanya.
Napoleon kemudian menjawab: "tapi anakmu tidak layak menerima belas
kasihan!" Dan si ibu kembali berkata sambil menangis: "tuan, bukanlah
belas kasihan namanya jika ia layak menerimanya... "Napoleon tertegun
sejenak, kemudian berkata: "benar juga.. ibu benar.. aku mau memberikan
belas kasihan. "Dan anaknya pun dibebaskan.
Kisah di atas menggambarkan sebuah konsep mengenai belas
kasihan yang berasal dari Bapa kepada kita. Sepanjang Alkitab kita menemukan
begitu banyak belas kasihan yang diberikan Tuhan kepada manusia.
Macam-macam Cinta
- Cinta antar pribadi
Cinta antar pribadi menunjuk kepada cinta antara manusia.
Bentuk ini lebih dari sekedar rasa kesukaan terhadap orang lain. Cinta antar
pribadi bisa mencakup hubungan kekasih, hubungan orangtua dengan anak, dan juga
persahabatan yang sangat erat. CINTA EROTIS
- Cinta erotis
Cinta erotis menurut pendapat saya , setelah gogling
kemana – mana bahwa cinta erotis itu mempunya arti “cinta yang primitif” ,
cinta diartikan sebagai aktivitas berhubungan badan. Daya tarik atau pemikat
antara dua jenis manusia di tingkatan cinta erotis hanya diukur dari sifat badaniah
yang (sangat) aksiden. Parameter cinta erotis diukur dari kepuasan biologis.
Banyak dari kita yang masih memaknai cinta di tingkatan ini. Bukankah kita sering mendengar ucapan, ”Nih, cewek gue paling seksi. Tubuhnya sintal dan padat.”
Mayoritas remaja pun lantas dimabuk cinta dan tak mampu menyelami hakikat cinta. Mereka lantas berpikir singkat. Mayoritas mereka berusaha dengan segala cara untuk ”dicintai”, bukan ”mencintai”. Seorang anak muda lantas terjebak pada hubungan seks yang liberal karena takut tidak dicintai sang pacar. Ukuran-ukuran cinta hanya dilihat dari mau-tidaknya melakukan hubungan seks.
- Menurut Muhidin M Dahlan, menyebut cinta erotis ini sama dengan cinta binatang, sama-sama bertumpu pada dorongan ”instingtif”. Ciri adanya dominasi unsur erotis dalam diri manusia bisa dilihat dari pribadi ”yang tidak tahan diri”. Itulah sebabnya, pada tahap cinta erotis ini manusia belum bisa dikatakan stabil-definitif, tetapi masih bersifat labil-posesif
Cinta erotis inilah, liberalisasi seks berkembang subur di kalangan generasi muda kita. Cinta jenis ini akan mudah rontok dan meninggalkan luka mendalam, ketika pasangan kita sudah tak semenarik ketika masih muda, ketika bentuk fisik sudah lapuk dimakan usia.
Menurut saya, akibat ”racun” cinta erotis inilah, liberalisasi seks berkembang subur di kalangan generasi muda kita. Cinta jenis ini akan mudah rontok dan meninggalkan luka mendalam, ketika pasangan kita sudah tak semenarik ketika masih muda, ketika bentuk fisik sudah lapuk dimakan usia.
Banyak dari kita yang masih memaknai cinta di tingkatan ini. Bukankah kita sering mendengar ucapan, ”Nih, cewek gue paling seksi. Tubuhnya sintal dan padat.”
Mayoritas remaja pun lantas dimabuk cinta dan tak mampu menyelami hakikat cinta. Mereka lantas berpikir singkat. Mayoritas mereka berusaha dengan segala cara untuk ”dicintai”, bukan ”mencintai”. Seorang anak muda lantas terjebak pada hubungan seks yang liberal karena takut tidak dicintai sang pacar. Ukuran-ukuran cinta hanya dilihat dari mau-tidaknya melakukan hubungan seks.
- Menurut Muhidin M Dahlan, menyebut cinta erotis ini sama dengan cinta binatang, sama-sama bertumpu pada dorongan ”instingtif”. Ciri adanya dominasi unsur erotis dalam diri manusia bisa dilihat dari pribadi ”yang tidak tahan diri”. Itulah sebabnya, pada tahap cinta erotis ini manusia belum bisa dikatakan stabil-definitif, tetapi masih bersifat labil-posesif
Cinta erotis inilah, liberalisasi seks berkembang subur di kalangan generasi muda kita. Cinta jenis ini akan mudah rontok dan meninggalkan luka mendalam, ketika pasangan kita sudah tak semenarik ketika masih muda, ketika bentuk fisik sudah lapuk dimakan usia.
Menurut saya, akibat ”racun” cinta erotis inilah, liberalisasi seks berkembang subur di kalangan generasi muda kita. Cinta jenis ini akan mudah rontok dan meninggalkan luka mendalam, ketika pasangan kita sudah tak semenarik ketika masih muda, ketika bentuk fisik sudah lapuk dimakan usia.
- Cinta Persaudaraan
Dan cinta persaudaraan adalah Rasa cinta menjadi satu
identitas yang melekat dalam kehidupan para mahluk-Nya. Tanpa diundang, cinta
hadir dan menyapa siapa saja. Membenamkan segala syak wasangka menjadi satu
alunan dendang irama. Saking dahsyatnya cinta, banyak orang yang terlena dan
salah mendefinisikan arti cinta.
Cinta persudaraan (agape = bahasa yunani) diwujudkan manusia
dalam tingkah atau perbuatannya. Cinta persudaraan tidak mengenal adanya
batas-batas manusia berdasarkan suku bangsa atau agama. Dalam cinta ini semua
manusia sama sebagai mkhluk tuhan sehingga seseorang tidak mempunyai pamrih
untuk berbuat baik terhadap sesame.
Cinta hanya kepada Allah dan bukan karna sesuatu yang lain
dalam kehidupan yang penuh dengan ketamakan,hasrat dan kepentingan, adalah
sangat sulit dan tak seorangpun dapat mencapainya,kecuali orang-orang yang
memiliki hati yang suci. Karna baginya dunia bukan apa-apa jika dibanding
dengan keridhoan Allah swt. Prinsip yang demikian akan membawa berkah berupa
anugrah yang tak terhingga dari Allah swt.
Dalam pandangan Rasulullah tidak ada sesuatu pun yang dapat
mengurangi kebencian, kecemburuan dan permusuhan dari hati manusia,kecuali
persaudaraan sejati yang didasarkan pada cinta,persahabatan dan saling
memberikan nasehat. Sehingga beliua mengajak umat muslim untuk menebarkan salam
diantara saudara-saudara mereka,sehingga mereka akan membuka hati mereka untuk
saling mencintai dan bertemu dalam kondisi yang baik.
- Cinta kepada ALLAH
Sewaktu masih kecil Husain (cucu Rasulullah Saw.) bertaya
kepada ayahnya, Sayidina Ali ra: "Apakah engkau mencintai Allah?" Ali
ra menjawab, "Ya". Lalu Husain bertanya lagi: "Apakah engkau
mencintai kakek dari Ibu?" Ali ra kembali menjawab, "Ya". Husain
bertanya lagi: "Apakah engkau mencintai Ibuku?" Lagi-lagi Ali
menjawab,"Ya". Husain kecil kembali bertanya: "Apakah engkau
mencintaiku?" Ali menjawab, "Ya". Terakhir Si Husain yang masih
polos itu bertanya, "Ayahku, bagaimana engkau menyatukan begitu banyak cinta
di hatimu?" Kemudian Sayidina Ali menjelaskan: "Anakku, pertanyaanmu
hebat! Cintaku pada kekek dari ibumu (Nabi Saw.), ibumu (Fatimah ra) dan kepada
kamu sendiri adalah kerena cinta kepada Allah". Karena sesungguhnya semua
cinta itu adalah cabang-cabang cinta kepada Allah Swt. Setelah mendengar
jawaban dari ayahnya itu Husain jadi tersenyum mengerti.
Seorang sufi wanita terkenal dari Bahsrah, Rabi'ah Al-
Adawiyah (w. 165H) ketika berziarah ke makam Rasul Saw. pernah mengatakan:
"Maafkan aku ya Rasul, bukan aku tidak mencintaimu tapi hatiku telah
tertutup untuk cinta yang lain, karena telah penuh cintaku pada Allah
Swt". Tentang cinta itu sendiri Rabiah mengajarkan bahwa cinta itu harus
menutup dari segala hal kecuali yang dicintainya. Bukan berarti Rabiah tidak
cinta kepada Rasul, tapi kata-kata yang bermakna simbolis ini mengandung arti
bahwa cinta kepada Allah adalah bentuk integrasi dari semua bentuk cinta
termasuk cinta kepada Rasul. Jadi mencintai Rasulullah Saw. sudah dihitung
dalam mencintai Allah Swt. Seorang mukmin pecinta Allah pastilah mencintai apa
apa yang di cintai-Nya pula. Rasulullah pernah berdoa: "Ya Allah
karuniakan kepadaku kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada orang yang
mencintai-Mu dan kecintaan apa saja yang mendekatkan diriku pada kecintaan-Mu.
Jadikanlah dzat-Mu lebih aku cintai dari pada air yang dingin."
Selanjutnya Rabiah -yang sangat terpandang sebagai wali
Allah karena kesalehannya- mengembangkan konsep cinta yang menurut hematnya
harus mengikuti aspek kerelaan (ridha), kerinduan (syauq), dan keakraban (uns).
Selain itu ia mengajarkan bahwa cinta kepada Tuhan harus mengesampingkan dari
cinta-cinta yang lain dan harus bersih dari kepentingan pribadi (dis-interested).
Cinta kepada Allah tidak boleh mengharapkan pahala atau untuk menghindarkan
siksa, tetapi semata-mata berusaha melaksanakan kehendak Allah, dan melakukan
apa yang bisa menyenangkan-Nya, sehingga Ia kita agungkan. Hanya kepada hamba
yang mencintai-Nya dengan cara seperti itu, Allah akan menyibakkan diri-Nya
dengan segala keindahannya yang sempurna. Rumusan cinta Rabiah dapat di simak
dalam doa mistiknya: "Oh Tuhan, jika aku menyembahmu karena takut
akan api neraka, maka bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembahmu karena
berharap surga, maka campakanlah aku dari sana; Tapi jika aku menyembahmu
karena Engkau semata, maka janganlah engkau sembunyikan keindahan-Mu yang
abadi."
Dalam kitab Al-Mahabbah, Imam Al-Ghazali mengatakan
bahwa cinta kepada Allah adalah tujuan puncak dari seluruh maqam spiritual dan
ia menduduki derajad/level yang tinggi. "(Allah) mencintai mereka dan
merekapun mencintai-Nya." (QS. 5: 54). Dalam tasawuf, setelah di
raihnya maqam mahabbah ini tidak ada lagi maqam yang lain kecuali buah dari mahabbah itu
sendiri. Pengantar-pengantar spiritual seperti sabar, taubat, zuhud, dan lain
lain nantinya akan berujung padamahabatullah (cinta kepada Allah).
Menurut Sang Hujjatul Islam ini kata mahabbah berasal
dari kata hubb yang sebenarnya mempunyai asal kata habb yang
mengandung arti biji atau inti. Sebagian sufi mengatakan bahwa hubb adalah
awal sekaligus akhir dari sebuah perjalanan keberagamaan kita. Kadang kadang
kita berbeda dalam menjalankan syariat karena mazhab/aliran. Cinta kepada Allah
-yang merupakan inti ajaran tasawuf- adalah kekuatan yang bisa menyatukan
perbedaan-perbedaan itu.
Bayazid Bustami sering mengatakan: "Cinta adalah
melepaskan apa yang dimiliki seseorang kepada Kekasih (Allah) meskipun ia
besar; dan menganggap besar apa yang di peroleh kekasih, meskipun itu
sedikit." Kata-kata arif dari sufi pencetus doktrin fana' ini dapat kita
artikan bahwa ciri-ciri seorang yang mencintai Allah pertama adalah rela
berkorban sebesar apapun demi kekasih. Cinta memang identik dengan pengorbanan,
bahkan dengan mengorbankan jiwa dan raga sekalipun. Hal ini sudah di buktikan
oleh Nabi Muhammad Saw., waktu ditawari kedudukan mulia oleh pemuka Quraisy
asalkan mau berhenti berdakwah. Dengan kobaran cintanya yang menyala-nyala pada
Allah Swt., Rasulullah mengatakan kepada pamannya: "Wahai pamanku,
demi Allah seandainya matahari mereka letakkan di tangan kananku dan rembulan
di tangan kiriku supaya aku berhenti meninggalkan tugasku ini, maka aku tidak
mungkin meninggalkannya sampai agama Allah menang atau aku yang binasa". Ciri
kedua dari pecinta adalah selalu bersyukur dan menerima terhadap apa- apa yang
di berikan Allah. Bahkan ia akan selalu ridha terhadap Allah walaupun cobaan
berat menimpanya.
Jiwa para pecinta rindu untuk berjumpa dan memandang wajah
Allah yang Maha Agung.. "Orang orang yang yakin bahwa mereka akan bertemu
dengan Tuhan mereka "'(QS. 2: 46). Tentang kerinduan para pecinta
terhadap Allah Swt., sufi besar Jalaluddin Rumi menggambarkan dalammatsnawi sebagai
kerinduan manusia pada pengalaman mistikal primordial di hari "alastu" sebagai
kerinduan seruling untuk bersatu kembali pada rumpun bambu yang merupakan asal
muasal ia tercipta. Hidup di dunia merupakan perpisahan yang sangat pilu bagi
para pecinta, mereka rindu sekali kepada Rabbnya seperti seseorang yang
merindukan kampung halamannya sendiri, yang merupakan asal-usulnya. Jiwa para
pecinta selalu dipenuhi keinginan untuk melihat Allah Swt. dan itu merupakan
cita-cita hidupnya. Menurut Al-Ghazali makhluk yang paling bahagia di akhirat
adalah yang paling kuat kecintaannya kepada Allah Swt. Menurutnya, ar-ru'yah (melihat
Allah).merupakan puncak kebaikan dan kesenangan. Bahkan kenikmatan surga tidak
ada artinya dengan kenikmatan kenikmatan perjumpaan dengan Allah Swt. Meminta
surga tanpa mengharap perjumpaan dengan-Nya merupakan tindakan
"bodoh" dalam terminologi sufi dan mukmin pecinta.
"Shalat adalah mi'rajnya orang beriman" begitulah
bunyi sabda Nabi Saw. untuk menisbatkan kualitas shalat bagi para pecinta.
Shalat merupakan puncak pengalaman ruhani di mana ruh para pecinta akan naik ke sidratul
muntaha, tempat tertinggi di mana Rasulullah di undang langsung untuk bertemu
dengan-Nya. Seorang Aqwiya (orang-orang yang kuat kecintaannya pada
Tuhan) akan menjalankan shalat sebagai media untuk melepaskan rindu mereka
kepada Rabbnya, sehingga mereka senang sekali menjalankannya dan menanti-nanti
saat shalat untuk waktu berikutnya, bukannya sebagai tugas atau kewajiban yang
sifatnya memaksa. Ali bin Abi Thalib ra pernah berkata: "Ada hamba
yang beribadah kepada Allah karena ingin mendapatkan imbalan, itu ibadahnya
kaum pedagang. Ada hamba yang beribadah karena takut siksaan, itu ibadahnya
budak, dan ada sekelompok hamba yang beribadah karena cinta kepada Allah Swt,
itulah ibadahnya orang mukmin". Seorang pecinta akan berhias wangi dan
rapi dalam shalatnya, melebihi saat pertemuan dengan orang yang paling ia sukai
sekalipun. Bahkan mereka kerap kali menangis dalam shalatnya. Kucuran air mata
para pecinta itu merupakan bentuk ungkapan kerinduan dan kebahagiaan saat
berjumpa dengan-Nya dalam sholatnya.
Mencintai Allah Swt. bisa di pelajari lewat tanda-tanda-Nya
yang tersebar di seluruh ufuk alam semesta. Pada saat yang sama, pemahaman dan
kecintaan kepada Allah ini kita manifestasikan ke bentuk yang lebih nyata
dengan amal saleh dan akhlakul karimah yang berorientasi dalam segenap aspek
kehidupan.
Ada sebuah cerita, seorang sufi besar bernama Abu Bein Azim
terbangun di tengah malam. Kamarnya bermandikan cahaya. Di tengah tengah cahaya
itu ia melihat sesosok makhluk, seorang Malaikat yang sedang memegang sebuah
buku. Abu Bein bertanya: "Apa yang sedang anda kerjakan?" Aku sedang
mencatat daftar pecinta Tuhan. Abu Bein ingin sekali namanya tercantum. Dengan
cemas ia melongok daftar itu, tapi kemudian ia gigit jari, namanya tidak
tercantum di situ. Ia pun bergumam: "Mungkin aku terlalu kotor untuk
menjadi pecinta Tuhan, tapi sejak malam ini aku ingin menjadi pecinta
manusia". Esok harinya ia terbangun lagi di tengah malam. Kamarnya terang
benderang, malaikat yang bercahaya itu hadir lagi. Abu Bein terkejut karena
namanya tercantum pada papan atas daftar pecinta Tuhan. Ia pun protes:
"Aku bukan pecinta Tuhan, aku hanyalah pecinta manusia". Malaikat itu
berkata: "Baru saja Tuhan berkata kepadaku bahwa engkau tidak akan pernah
bisa mencintai Tuhan sebelum kamu mencintai sesama manusia".
Mencintai Allah bukan sebatas ibadah vertikal saja (mahdhah), tapi
lebih dari itu ia meliputi segala hal termasuk muamalah. Keseimbangan antara hablun
minallah dan hablun minannas ini pernah di tekankan oleh Nabi
Saw. dalam sebuah hadits qudsi: "Aku tidak menjadikan Ibrahim sebagai
kekasih (khalil), melainkan karena ia memberi makan fakir miskin dan shalat
ketika orang-orang terlelap tidur". Jadi cinta kepada Allah pun bisa
diterjemahkan ke dalam cinta kemanusiaan yang lebih konkrit, misalnya bersikap
dermawan dan memberi makan fakir miskin. Sikap dermawan inilah yang dalam
sejarah telah di contohkan oleh Abu bakar, Abdurahman bin Auf, dan sebagainya.
Bahkan karena cintanya yang besar kepada Allah mereka memberikan sebagian besar
hartanya dan hanya menyisakan sedikit saja untuk dirinya. Mencintai Allah
berarti menyayangi anak-anak yatim, membantu saudara saudara kita yang di timpa
bencana, serta memberi sumbangan kepada kaum dhuafa dan orang lemah yang lain.
Dalam hal ini Rasulullah Saw. pernah bersabda ketika ditanya sahabatnya tentang
kekasih Allah (waliyullah). Jawab beliau: "Mereka adalah kaum
yang saling mencintai karena Allah, dengan ruh Allah, bukan atas dasar
pertalian kerluarga antara sesama mereka dan tidak pula karena harta yang
mereka saling beri." Menurut Nurcholish Madjid, yang di tekankan
dalam sabda Nabi tersebut adalah perasaan cinta kasih antar sesama atas dasar
ketulusan, semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.
- Cinta kepada Diri Sendiri
Pada individu, di samping harus mencintai lain jenis juga
ada keharusan mencintai diri sendiri (self love). Banyak orang menafsirkan
bahwa cinta kepada diri sendiri identik dengan & Jika hal ini yang
terjadi maka cinta pada diri sendiri nilai negatif. Namun sensimencintai diri sendiri Incrigurus diri sendiri sehingga kebutuhan jasmani dan rohaninya terpenuhi
secara wajar. Setiap individu wajib mencintai dirinya sendiri.
Hubungan Manusia dan Keindahan
Makna Keindahan
Keindahan merupakan sesuatu yang bisa dilihat, dirasa dan
memberi efek senang, terbuai, nyaman, memiliki makna, dan memberi kepuasan
kepada yang melihat dan merasakannya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar
atau elok.
Keindahan pada manusia biasanya berupa panggilan cantik untuk wanita dan tampan untuk si pria. Hanya saja keindahan tidak bersifat mutlak, setiap orang menilai keindahan dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Seorang wanita bisa di lihat cantik oleh seorang laki-laki, tetapi belum tentu sama bila di lihat oleh laki-laki lain. Itu kembali kepada selera rasa dari masing-masing orang / sudut pandang.
Keindahan pada manusia biasanya berupa panggilan cantik untuk wanita dan tampan untuk si pria. Hanya saja keindahan tidak bersifat mutlak, setiap orang menilai keindahan dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Seorang wanita bisa di lihat cantik oleh seorang laki-laki, tetapi belum tentu sama bila di lihat oleh laki-laki lain. Itu kembali kepada selera rasa dari masing-masing orang / sudut pandang.
Makna Renungan
Renungan adalah suatu perasaan yang manusiawi, setiap
manusia dan siapa saja bisa melakukannya entah itu sengaja atau secara tidak
sengaja. Manusia tidak bisa kita tebak kapan dia akan melakukan renungan,
manusia bisa saja melakukan renungan ketika mereka terdiam atau melamun, ketika
dia sedang menerima musibah dan cobaan yang cukup berat, ketika merasakan
perasaan yang sangat aneh dan tidak bisa di gambarkan dengan kata kata dll.
Manusia adalah mahluk social mereka semua menjalani hidup dengan tujuan yang
berbeda beda, namun dari situ pula manusia mendapatkan masalah yang berbeda
beda.
Makna Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi yang berarti cocok atau
selaras. Keserasian merupakan perpaduan antara warna, bentuk dan ukuran.
Keserasian sangat berhubungan dengan keindahan, sesuatu yang serasi akan tampak
indah. Dalam keselarasan seseorang memiliki perasaan seimbang, dan mempunyai
cita rasa akan sesuatu yang berakhir dan merasa hidup sesaat ditengah-tengah
kesempurnaan yang menyenangkan hati .
Makna Kehalusan
Kehalusan dalam bertingkah laku berhubungan dengan perbuatan
lemah lembut, sopan santun, dan budi pekerti yang baik. Manusia yang tidak
memiliki kehalusan dalam tingkah laku dapat membawa kearah hipokrit, munafik,
tidak bertangung jawab, fiodal, kamuflase, berwatak plin plan, boros, tukang
tipu dll. Dengan demikian sikap halus atau lembut merupakan gambaran yang
tulus serta cinta kasih terhadap sesama. Sikap halus harus dimulai dari
keluarga karna dari sinilah akan mampu diaplikasikan dalam kehidupan
bermasyarakat, hingga bisa mewujudkan ketentraman dan kesejahtraan. Jadi pada
intinya kehalusan seseorang dalam bertingkah laku sangat menekankan pada
kejujuran, kesetian, kesopan dan keramah tamahan
Bila dikaitkan dengan kehidupan bernegara seorang pejabat negara dan warga negaranya harus mempunyai kehalusan dalam melakukan hubungan, dengan kata lain harus saling menghormati. Tindakan pejabat publik yang mendahulukan kepentingan pribadi dan mengabaikan kepentingan masyarakat banyak sangat bertentangan dengan kehalusan, cinta kasih baik kepada negaranya maupun rakyatnya. Pejabat seperti ini mencerminkan bahwa mereka tidak beradab dan tidak berbudi.
Bila dikaitkan dengan kehidupan bernegara seorang pejabat negara dan warga negaranya harus mempunyai kehalusan dalam melakukan hubungan, dengan kata lain harus saling menghormati. Tindakan pejabat publik yang mendahulukan kepentingan pribadi dan mengabaikan kepentingan masyarakat banyak sangat bertentangan dengan kehalusan, cinta kasih baik kepada negaranya maupun rakyatnya. Pejabat seperti ini mencerminkan bahwa mereka tidak beradab dan tidak berbudi.
Perbedaan Keindahan subjektif dan objektif
Teori obyektif adalah suatu benda yang memang memiliki
unsure estetika didalamnya dan memaksa pihak subyektif untuk menerima unsur
keindahan yang memang dimiliki dari benda tersebut. Keindahan dalam arti seni berbeda
dengan keindahan dalam arti terbatas yang bersifat obyektif dan dipengaruhi
unsur statis. Unsure statis merupakan cirri estetis yang melekat pada bentuk
dan warna suatu benda sehingga relative tetap dari masa ke masa dan di semua
tempat.
Faktor-faktor Pendorong seseorang menciptakan Keindahan
- Tata nilai yang telah usang
Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah
tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang
merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa.
- Kemerosotan Zaman
Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kcmanusiaan
ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari
tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan
seksual.
Sebagai contoh ialah karya seni berupa sajak yang
dikemukakan oleh W.S.Rendra berjudul “Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta”.
Di sini pengarang memprotes perbuatan bejad para pejabat, yang merendahkan
derajad wanita dengan mengatakan sebagai inspirasi revolusi, tetapi tidak lebih
dari pelacur.
- penderitaan manusia
Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi
yang paling menentukan ialah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang
membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa. serakah, tidak
berhati-hati dan sebagainya.
Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak
menyenangkan, karena nilai kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak
indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi
kemanusiaan.
- Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan
keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan
keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan
ciptaan Tuhan itu. Seindah-indah tinian terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan
menyamai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan
Tuhan membuat kagum seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru
ciptaan Tuhan dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan monalisa sangat
terkenal karena menarik dan tidak membosankan.
Sumber:
https://www.google.co.id/search?q=gambar+wiwitan&espv=2&biw=1152&bih=732&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=fBlGVeKcE42yuATfjYGIDQ&ved=0CAYQ_AUoAQ#tbm=isch&q=gambar+padusan&imgrc=q15OHlfFij05uM%253A%3B5VipIOIvdjXZYM%3Bhttp%253A%252F%252Fevents.goindonesia.com%252Fwp-content%252Fuploads%252F2013%252F05%252F1207-Tradisi-Padusan_sur-_6_.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fevents.goindonesia.com%252F%253Fevent%253Dtradisi-padusan-menjelang-bulan-ramadhan%3B640%3B427
http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia
https://chesster028.wordpress.com/2013/03/14/unsur-unsur-yang-membangun-manusia/
http://bima-san.blogspot.com/2013/10/pengertian-kasih-sayang.html
http://aripinhansamu.blogspot.com/2012/12/normal-0-false-false-false-in-x-none-x_4319.html
http://stephen-stephenlucky.blogspot.com/2012/11/makna-pemujaan.html
https://id-id.facebook.com/KelompokDoaKatolik/posts/360335127422289
http://bdoelvengeance6661.blogspot.com/2012/03/pengertian-dan-macam-macam-cinta.html
http://cimuncangcoorp.blogspot.com/2012/06/makna-keindahan.html
http://muhamadganifharuman.blogspot.com/2012/03/teori-renungan.html
https://rizqymoorcy.wordpress.com/2010/04/19/renungankeselarasankeserasian-dan-kehalusan/
http://aulya-p-r-fib10.web.unair.ac.id/artikel_detail-96844-Umum-Teori%20keindahan%20subyektif%20dan%20obyektif%20.html
https://hadi27.wordpress.com/rangkuman-manusia-dan-keindahan-serta-manusia-dan-penderitaan/
http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia
https://chesster028.wordpress.com/2013/03/14/unsur-unsur-yang-membangun-manusia/
http://bima-san.blogspot.com/2013/10/pengertian-kasih-sayang.html
http://aripinhansamu.blogspot.com/2012/12/normal-0-false-false-false-in-x-none-x_4319.html
http://stephen-stephenlucky.blogspot.com/2012/11/makna-pemujaan.html
https://id-id.facebook.com/KelompokDoaKatolik/posts/360335127422289
http://bdoelvengeance6661.blogspot.com/2012/03/pengertian-dan-macam-macam-cinta.html
http://cimuncangcoorp.blogspot.com/2012/06/makna-keindahan.html
http://muhamadganifharuman.blogspot.com/2012/03/teori-renungan.html
https://rizqymoorcy.wordpress.com/2010/04/19/renungankeselarasankeserasian-dan-kehalusan/
http://aulya-p-r-fib10.web.unair.ac.id/artikel_detail-96844-Umum-Teori%20keindahan%20subyektif%20dan%20obyektif%20.html
https://hadi27.wordpress.com/rangkuman-manusia-dan-keindahan-serta-manusia-dan-penderitaan/





Tidak ada komentar:
Posting Komentar