Sabtu, 09 Mei 2015

Tugas IBD 2 Postingan 1

Manusia dan Kegelisahan

  • Pengertian Kegelisahan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir,  tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan  hal  yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak.-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya  berjalan  mundar-mandir  dalam  ruang tertentu  sambil  menundukkan  kepala, memandang  jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan tangannya, duduk termenung sambil memegang kepalanya, duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara, dan  lain-lain.
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresidari kecemasan.Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tecapai.

  • Sumber-sumber Kegelisahan

Apabila  kita  kaji,  sebab-sebab  orang  gelisah  adalah  karena  pada  hakekatnya   orang takut  kehilangan  hak-haknya.  Hal itu adalah  akibat dari suatu ancaman,  baik ancaman  dari luar  maupun  dari  dalam.
  • Pengertian Keterasingan,Kesepian,Ketidakpastian
Keterasingan  berasal  dari kata terasing. dan kata itu adalah dari kata dasar  asing. Kata asing  berarti  sendiri,  tidak  dikenal  orang.  sehingga  kata  terasing  berarti,  tersisihkan   dari pergaulan,  terpisahkan  dari  yang  lain.  atau terpencil.  Jadi kata  keterasingan   berarti  hal-hal yang  berkenaan  dengan  tersisihkan  dari pergaulan,terpencil  atau terpisah  dari  yang  lain.
Terasing  atau  keterasingan   adalah  bagian  hidup  manusia.  Sebentar  atau  lama  orang pemah   mengalami   hidup  dalarm  keterasingan,  sudah  tentu  dengan  sebab  dan  kadar  yang berbeda  satu  sarna lain.

Kesepian  berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga  kata kesepian berarti merasa  sunyi atau lengang. tidak berteman. Setiap orang pemah  mengalami  kesepian, karena  kesepian  bagian  hidup  manusia,  lama  rasa sepi itu bergantung  kepada  mental  orang dan  kasus  penyebabnya.

Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa  arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas.  Ketidak  pastian  artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yangjelas.  ltu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidakkonsentrasian  disebabkan  oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.

  • Mengurangi/Mengatasi Kegelisahaan

 Mengatasi  kegelisahan  ini pertama-tama  harus  mulai  dari diri  kna scndiri,  yaitu  kita harus  bersikap  tenang.  Dengan  sikap  tenang  kita  dapat  berpikir  tenang,  sehingga   segala kesulitan  dapat  kita atasi.

Manusia dan Penderitaan

  • Pengertian Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan.
Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan.
Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku liku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis, penyembuhan nya terletak paa kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.
  • Siksaan

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, kesakitan, kegagalan.
Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah lakupercaya bahwa suatu phobia adalah problem nya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.
  •  Rasa Sakit

Rasa sakit adalah rasa yang dirasakan atau dialami oleh penderita dan setiap manusia akan selalu mengalaminya. Rasa sakit dan siksaan merupakan rentetan sebab akibatnya. Karena ada siksaan orang merasa sakit, dan karena merasa sakit orang menderita. Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari rasa sakit, misalnya timbul rasa kasihan terhadap penderita, adanya rasa keprihatinan manusia, rasa social, dapat mendekatkan diri penderita kepada Tuhan, dll.
  •  Sumber-sumber Penderitaan

Penderitaan yang muncul karena perbuatan buruk manusia Menurut pandangan saya, penderitaan ini muncul disebabkan hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya baik dengan antar sesama manusia ataupun dengan alam. Penderitaan ini dapat muncul karena ketidak harmonisan antara elemen satu dengan yang lainnya. contohnya pada hubungan dalam bermasyarakat, ada kalanya didalam bermasyarakat terdapat perbedaan pendapat yang dapat menimbulkan perselisihan diantara satu dengan yang lainnya, hal ini bisa saja mengakibatkan timbulnya rasa dengki, marah, bahkan saling menuduh atau menjelek-jelekan. dari sinilah penderitaan muncul karena perbuatan saling tidak menyukai tersebut. dalam hal ini, penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara batin karena terdapat rasa sakit hati apabila ada seseorang yang menjelek-jelekan bahkan rasa itu bisa saja semakin sakit apabila sudah terjadi pertengkaran yang membuat hubungan didalam masyarakat sudah tidak ada rasa nyaman dan aman. Selain karena ketidak harmonisan dengan sesama, ketidak harmonisan dengan alam juga dapat membawa penderitaan. contohnya apa yang sedang terjadi saat ini yaitu bencana alam terjadi dimana-mana. karena kesalahan manusia terhadap alam lah yang membuat alam menjadi tidak bersahabat lagi dengan manusia maka muncul lah penderitaan pada setiap orang yang terkena bencana alam. penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara fisik dan batin, karena mereka yang terkena bencana alam harus rela kehilangan harta benda bahkan keluarga mereka.

  • Cara untuk mengatasi Penderitaan

1. Dukkha dapat dihilangkan dengan melihat (dassana).
Belajar Agama Buddha asli seperti Buddhi dan Theravada, sehingga bisa melihat asal usul penderitaan dan bagaimana mengakhirinya.

2. Dukkha dapat dihilangkan dengan pengendalian diri (samvara).
“Bahiya, berlatihlah seperti ini: di dalam  apa yang terlihat, hanya ada apa yang terlihat; di dalam apa yang terdengar, hanya ada apa yang terdengar; di dalam apa yang tercerap oleh indra, hanya ada apa yang tercerap oleh indra; di dalam apa yang dikenal, hanya ada apa yang dikenal. Demikian hendaknya engkau berlatih. Jika bagimu di dalam apa yang terlihat hanya ada yang terlihat …., maka tidak ada
engkau dalam kaitan dengan itu. Jika tidak ada engkau dalam kaitan dengan itu, tidak ada engkau di situ. Jika tidak ada engkau di situ, engkau tidak ada di sini, tidak ada di sana dan tidak ada di antaranya. Inilah, dan hanya inilah, akhir dari dukkha.” – bahiya sutta

3. Dukkha dapat dihilangkan dengan penggunaan (patisevana) .
Contoh: jika keluar dalam cuaca dingin pakailah jaket, usahakan kamar tidur dilengkapi kawat nyamuk sehingga malamnya tak digigit nyamuk, dsb.

4. Dukkha dapat dihilangkan dengan penahanan (adhivasana) .
Contoh: Jika berada di hadapan muslim hati-hati jika bicara, jika tak mau dibacok. Yang paling aman adalah bicara di hadapan Anand Khrisna, meski omongkosong pun akan diterima dengan senang hati, karena ia pun suka berbuat begitu.

5. Dukkha dapat dihilangkan dengan penghindaran (parivajjana) .
Jangan nekad menyeberang di jalan yang ramai tanpa menggunakan jembatan penyeberangan, jangan masuk hutan tanpa persiapan memadai agar tak dimangsa hewan buas.

6. Dukkha dapat dihilangkan dengan penghapusan (vinodana).
Mengatur bawahsadar agar pikiran cuma menyerap hal yang berguna saja. Mengambil banyak bagian-bagian semua agama bukan berarti sudah baik. Jika salah untuk apa dikoleksi? Yang bagus dan benar itu seperti yang dicontohkan Buddha saat meraup sejumlah daun dari hutan “yang mana yang lebih banyak. daun yang dihutan. begitupula pengetahuanku, banyak tapi cuma sedikit yang kuberi, yaitu yang membebaskanmu saja.” Ya, Buddha benar. jika orang diajari kungfu, malah ingin terlahir di alam Brahma. dan jika diberi buku kamasutra pasti ingin terlahir di alam indra. Untunglah Buddha cuma memberi Dhamma. Jadi, kita semakin cepat dan tepat dalam menuju pembebasan.

7. Dukkha dapat dihilangkan dengan pengembangan (bhavana).
Vipassana adalah satu-satunya cara menuju pembebasan. Meditasi tak bisa. “satu-satunya cara oh bikhu untuk mencapai pembebasan adalah dengan 4 kontemplasi/ vipassana” – mahasatipathana sutta.


 Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar