- Konsep Tabel pada Algoritma Pemrograman
Nama : Agung Kurniawan
Kelas : 1 IA 17
NPM : 50414471
Mata Kuliah : Algoritma dan Pemrograman 1A
Dosen : Bayu Kunto A, ST.
Argumen Dan Fungsi
Tabel merupakan data pembantu dalam pengolahan data. Misalnya, dalam suatu lembar dokumen terdapat data pegawai sebagai berikut :
Dari data pegawai tersebut tidak dapat diketahui nama setiap
pegawai. Untuk itu dapat dibuat suatu table yang berisi khusus untuk nama
pegawai seperti yang terlihat berikut ini.
Item NIP merupakan item yang dipakai sebagai acuan untuk
mencari data nama pegawai didalam table. Item ini berfungsi sebagai control
field, yang sering disebut sebagai ARGUMEN. Sedangkan item NAMA merupakan
FUNCTION dari table tersebut.
Penggunaan Storage untuk Penyimpanan Tabel
Data didalam media penyimpanan seperti disk, kartu, dokumen,
dan lain-lain yang berfungsi sebagai table disebut external table.
Dalam proses pengolahan data, external table ini dipindahkan
ke memori supaya proses menjadi lebih cepat. Di dalam memori external,
table menempati lokasi yang disebut storage. Di storage ini terbentuk suatu
table yang disebut sebagai internal table. Selanjutnya proses pengolahan
menggunakan internal table.
Oleh karena itu, pada awal proses pengolahan data harus di
susun terlebih dahulu proses untuk memindahkan external table ke dalam storage
sehingga terbentuk internal tabel.
- Teknik Switching pada Algoritma Pemrograman
Teknik switching merupakan cara memperpendek jalur proses.
Teknik ini memakai suatu indikator untuk mengantisipasi proses yang akan
dilakukan selanjutnya. Indikator ini dapat dimisalkan seperti Switch pada
tombol lampu, dimana tombol ini dapat mengatur dua kondisi yaitu nyala atau
padam. Namun dalam Flowchart switch tersebut berupa variabel yang diisi dengan
dua kondisi yaitu 0 dan 1. Melalui isi variabel tersebut dapat diketahui
kondisi proses yang telah dilakukan. Sehingga dapat dilakukan pengalihan proses
tanpa melalui proses sebelumnya, sehingga dapat mempersingkat alur
proses.
· 1. Analisa Persoalan
Sebuah perusahaan ingin mengkomputerisasikan perhitungan
pemakaian listrik. Dimana pelanggannya mencakup seluruh wilayah di Jakarta.
Spesifikasi prosesnya adalah :
· Input
diperoleh melalui entry data oleh operator yang terdiri dari :
-
wilayah :
1 numerik
- nomor langganan : 2 alphanumerik
- nama langganan : 20 alphanumerik
- jumlah pemakaian : 4 numerik
· Data
habis jika operator mengentry nomor langganan = 0
· Data
sudah urut per kode wilayah yang terdiri dari : Jakarta Barat, Jakarta Pusat,
Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur.
· Jika
wilayah berubah, maka cetak total biaya per wilayah dan ganti halaman baru.
· Pada
akhir laporan cetak total seluruh biaya yaitu jumlah total pemakaian listrik di
semua wilayah.
· Layout
laporan yang diinginkan adalah :
Berdasarkan contoh diatas, dibuat analisa sehingga diketahui
persiapan yang harus dilakukan.
Persiapan tersebut adalah :
1. Dalam spesifikasi proses
dijelaskan bahwa data sudah urut per kode wilayah. Jadi proses pembacaan data
akan dilakukan terhadap sekelompok data dengan kode wilayah yang sama. Setelah
data wilayah tersebut habis, maka proses pembacaan dilanjutkan dengan wilayah
berikutnya. Bagaimanakah caranya agar diketahui perbedaan data yang baru dibaca
dengan data sebelumnya?
2. Bagaimanakah halnya jika data yang
akan dibandingkan merupakan data awal proses ? karena hal ini tidak
memungkinkan untuk membandingkan data tersebut dengan data sebelumnya. Dimana
variabel penyimpanan masih dalam kondisi kosong atau belum diisi oleh data wilayah
sebelumnya. Untuk itu perlu dipersiapkan satu variabel yang berfungsi sebagai
variabel switch. Variabel ini pada awal proses diberi nol.
Sehingga sebelum dilakukan proses pembandingan, lakukan
terlebih dahulu pemeriksaan isi variabel ini. Jika isinya masih tetap nol
berarti pembacaan data merupakan data awal. Untuk itu tidak perlu dilakukan
pembandingan terhadap kode wilayah. Yang perlu dilakukan adalah menyimpan kode
wilayah tersebut ke dalam variabel sementara, agar pada proses pembacaan data berikutnya
dapat dilakukan pembandingan terhadap data ini.
· Implementasi
ke dalam Flowchart
2. Penelusuran Flowchart]
Siapkan variabel-variabel yang diperlukan selama proses
berlangsung.
Variabel-variabel tersebut adalah :
SW
|
:
|
Variabel Swicth
|
WS
|
:
|
Untuk mempertahankan kode wilayah yang pertama kali
dibaca
|
TotWil
|
:
|
Untuk menghitung total pemakaian per wilayah
|
TotSel
|
:
|
Untuk menghitung total pemakaian seluruh wilayah
|
2. Input data dan disimpan didalam
variabel :
NO : Data Nomor Langganan
KW : Data Kode Wilayah
NM : Data Nama Pelanggan
JP : Data Jumlah
pemakaian listrik tiap pelanggan
3. Periksa isi variabel NO, bila
NO=0,lakukan :
· Cetak Total Pemakaian Per Wilayah yang
tersimpan didalam variabel TotWil
· Cetak nilai Total pemakaian seluruh
wilayah yang tersimpan didalam variabel TotSel
· Proses selesai / berakhir
· Jika isi variabel No ternayat tidak sama
dengan 0 berarti proses belum berakhir, lanjutkan ke langkah 4
4. Periksa isi variabel SW. Langkah
ini dilakukan untuk mengetahui apakah proses yang dilakukan merupakan proses
awal. Jika SW = 0, berarti proses merupakan pembacaan data awal, maka lakukan :
Isi Variabel SW dengan nilali = 1
Karena proses pembacaan merupakan data awal, maka isi KW
harus dipertahankan untuk perbandingan pada data berikutnya. Oleh karena itu
lanjutkan ke langkah 9 untuk mengisi ke variabel penampungan yaitu WS.
Jika SW tidak sama dengan o, berarti data yang dibaca bukan
merupakan data pertama. Berarti variabel WS telah diisi dengan kode wilayah
sebelumnya. Untuk itu dapat dilakukan pembandingan isi antara variabel Ws
dengan KW
5. Bandingkan isi variabel KW dengan
WS
Jika isi kedua variabel tersebut sama, berarti data yang
dibaca merupakan data wilayah yang sama dengan data sebelumnya. Oleh karena itu
lanjutkan proses ke langkah 11. Namun jika isi KW tidak sama dengan WS berarti
data tersebut merupakan data pemakaian listrik untuk wilayah lainnya. Oleh
karena itu harus harus dilakukan proses pencetakan total pemakaian wilayah
sebelumnya dan proses pencetakan judul. Judul tersebut digunakan untuk wilayah
baru sesuai dengan data wilayah yang dibaca. Lanjutkan ke langkah 6.
6. Tambahkan nilai total pemakaian
per wilayah ke nilai total seluruh wilayah dengan menggunakan rumus : TotSel =
TotSel + TotWil
7. Cetak nilali total per wilayah
8. Kosongkan variabel TotWil. Karena
variabel ini akan digunakan untuk perhitungan nilai total pemakaian wilayah
berikutnya. Karena data yang dibaca merupakan wilayah baru maka isi variabel Ws
juga harus diganti / diperbaharui.
9. Variabel WS diisi sesuai dengan
isi KW yang dibaca dengan menggunakan rumus berikut : WS = KW
10. Cetak judul untuk setiap wilayah
11. Tambahkan jumlah pemakaian tiap pelanggan ke dalam
variabel total pemakaian per wilayah. Rumus yang dipakai adalah : TotWil =
TotWil + JP
12. Cetak data-data tiap pelanggan
13. Kembali ke langkah-langkah untuk membaca data berikutnya
Sumber:

.jpg)




